Sabtu, 27 Juli 2024

Zakat Mal | Zakat Profesi | Zakat Penghasilan

Zakat wajib dikeluarkan bagi setiap muslim yang Merdeka dan mampu.

Nisob Zakat atau orang yang dianggap mampu berzakat adalah orang yang mempunyai penghasilan sebesar 85 gram emas per tahun.

Misal tahun ini tahun 2024 harga emas 1 gram = 1.400.000 (satu juta empat ratus ribu rupiah) maka nisob zakat adalah 85 X 1.400.000 = 119.000.000 . nilai rupiah per bulan nya adalah 119.000.000 / 12 bulan = 9.916.667

Jadi siapapun orang muslim yang penghasilan nya mencapai 9 juta 9ratus ribu per bulan wajib mengeluarkan zakat. Lalu bagaimana dengan yang penghasilan nya dibawah 9 juta per bulan? Maka sebaik nya tetap mengeluarkan zakat untuk membersihkan harta nya. Secara lebih jelas bisa dengarkan penjelasan gus Baha di link berikut https://www.youtube.com/live/WLwiuWnXOI8?si=HpDcWd_Wk8U0mhSi di menit ke belasan atau 20.

Besaran zakat perofesi / zakat penghasilan adalah 2,5 persen . jadi misal penghasilan perbulan 10jt maka zakat nya 250 ribu rupiah per bulan. Detail penjelasan oleh Ustadh abdul somad mengenai zakat bisa dilihat di vidio atau link berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=LP7c63YdqiQ

Adapun orang-orang yang berhak menerima zakat ada 8 asnaf yaitu :

1. Fakir : orang tidak memiliki harta / tidak berpenghasilan

2.  Miskin : orang berpenghasilan tapi tidak mencukupi nya

3. Amil : Pengelola Zakat

4. Mualaf : Orang yang baru masuk islam dan masih membutuhkan bantuan

5. Riqab : Budak / Hambasahaya. Diberi zakat agar Merdeka

6. Gharim : orang yang berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidup nya dan tidak mampu membayar hutang tersebut.

7. Fisabilillah : orang yang berjuang di jalan Alloh dalam bentuk dakwah , jihad dan sebagai nya.

8. Ibnu Sabil : Orang dalam perjalanan ketaatan kepada Alloh seperti musafir/ orang yang dalam perjalanan mencari nafkah

 Secara lebih detail tentang 8 asnaf tersbut dapat dilihat pada tautan baznas berikut https://baznas.go.id/artikel-show/Mengenal-8-Asnaf-Zakat/261

 

Wallohua’lam

Selasa, 14 Juli 2015

Untuk Para Suami Istri

"Kisah seorang istri yang bisa membuat suaminya tergila-gila padanya.."
Seorang Ayah bercerita pd anak perempuannya,
Suatu hari seorang wanita tua diwawancarai oleh seorang presenter dalam sebuah acara tentang rahasia kebahagiaannya yang tak pernah putus.
Apakah hal itu karena ia pintar memasak? Atau karena ia cantik? Atau karena ia bisa melahirkan banyak anak, ataukah karena apa?
Wanita itu menjawab :
“Sesungguhnya rahasia kabahagiaan suami istri
ada di tangan sang istri, tentunya setelah mendapat taufik dari Allah. Seorang istri mampu menjadikan rumahnya laksana surga, juga mampu menjadikannya neraka.
Jangan Anda katakan karena harta !
Sebab betapa banyak istri kaya raya namun ia rusak karenanya, lalu sang suami meninggalkannya.
Jangan pula Anda katakan karena anak-anak !
Bukankah banyak istri yang mampu melahirkan banyak anak hingga sepuluh namun sang suami tak mencintainya, bahkan mungkin menceraikannya.
Dan betapa banyak istri yang pintar memasak.
Di antara mereka ada yang mampu memasak hingga seharian tapi meskipun begitu ia sering mengeluhkan tentang perilaku buruk sang suami.”
Maka sang peresenter pun terheran, segera ia berucap:
“Lantas apakah ‪#‎rahasia‬ nya..?”
Wanita itu menjawab:
“Saat suamiku marah dan meledak-ledak, segera aku diam dengan rasa hormat padanya. Aku tundukkan kepalaku dengan penuh rasa maaf.
Tapi janganlah Anda diam yang disertai pandangan mengejek, sebab seorang lelaki sangat cerdas untuk memahami itu.”
“Kenapa Anda tidak keluar dari kamar saja..?” tukas presenter.
Wanita itu segera menjawab:
“Jangan Anda lalukan itu! Sebab suamimu akan menyangka bahwa Anda lari dan tak sudi mendengarkannya. Anda harus diam dan menerima segala yang diucapkannya hingga ia tenang.
Setelah ia tenang, aku katakan padanya;
'Apakah sudah selesai?'
Selanjutnya aku keluar….
Sebab ia pasti lelah dan butuh istirahat setelah melepas ledakan amarahnya.
Aku keluar dan melanjutkan kembali pekerjaan rumahku.”
“Apa yang Anda lakukan?
Apakah Anda menghindar darinya dan tidak berbicara dengannya selama sepekan atau lebih?” tanya presenter penasaran.
Wanita itu menasehati :
“Anda jangan lakukan itu, sebab itu kebiasaan buruk. Itu senjata yang bisa menjadi bumerang buat Anda.
Saat Anda menghindar darinya sepekan sedang ia ingin meminta maaf kepada Anda, maka menghindar darinya akan membuatnya kembali marah.
Bahkan mungkin ia akan jauh lebih murka dari sebelumnya.”
“Lalu apa yang Anda lakukan..?” tanya sang presenter terus mengejar.
Wanita itu menjawab:
“Selang dua jam atau lebih, aku bawakan untuknya segelas jus buah atau secangkir kopi, dan kukatakan padanya, Silakan diminum.
Aku tahu ia pasti membutuhkan hal yang demikian, maka aku berkata-kata padanya seperti tak pernah terjadi sesuatu sebelumnya.”
“Apakah Anda marah padanya..?” ucap presenter dengan muka takjub.
‪#‎Wanita‬ itu berkata:
“Tidak...
Dan saat itulah suamiku mulai meminta maaf padaku dan ia berkata dengan suara yang lembut.”
“Dan Anda mempercayainya..?” ujar sang presenter.
Wanita itu menjawab :
“Ya. Pasti. Sebab aku percaya dengan diriku dan aku bukan orang bodoh.
Apakah Anda ingin aku mempercayainya saat ia marah lalu tidak mempercayainya saat ia tenang..?”
“Lalu bagaimana dengan harga diri Anda?” potong sang presenter.
“Harga diriku ada pada ridha suamiku dan pada tentramnya hubungan kami.
Dan sejatinya antara ‪#‎suami‬ ‪#‎istri‬ sudah tak ada lagi yang namanya harga diri.
Harga diri apa lagi..?!!
Padahal di hadapan suami Anda, Anda telah lepaskan semua pakaian Anda!”
Sumber : Ustadz Fairuz Ahmad
dari fb.